 |
Road
Show Pemutaran Film Lingkungan Di Sekitar Habitat Orangutan Sumatera
Road show pemutaran film lingkungan bukan
hal baru yang dilakukan oleh Sumatran Orangutan Society - Orangutan Information
Centre (SOS-OIC). Namun kegiatan seperti ini dirasakan lebih efektif untuk
dilakukan dalam tujuan peningkatan kesadaran masyarakat, terutama masyarakat
yang berada di sekitar kawasan hutan atau desa pinggir hutan.
Berdasarkan hal tersebut SOS-OIC dan Forum Kader Konservasi Lingkungan
- Hidup Indonesia (FK3LI) bekerja sama dengan Great Apes Film Initiatives
(GAFI) mengadakan serangkaian perjalanan dalam mengkampanyekan upaya pelestarian
dan penyelamatan lingkungan hidup di berbagai daerah atau desa yang berbatasan
dengan kawasan habitat Orangutan Sumatera.
Kegiatan yang dimulai pada tanggal 03 Agustus 2006 dan berakhir pada tanggal
16 Agustus 2006 ini dilakukan di dua Kabupaten, yaitu Kabupaten Langkat
dan Kabupaten Tapanuli Selatan. Pada tanggal 03 Agustus 2006 kegiatan
dimulai dari Kabupaten Langkat dengan daerah kegiatan meliputi desa-desa,
institusi pendidikan dan pemerintahan yang berada di Kecamatan Batang
Serangan. Kecamatan Batang Serangan sendiri adalah salah satu kecamatan
yang berada paling dekat dengan kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL),
habitat terbesar Orangutan Sumatera.
Sedangkan kegiatan yang dilakukan di Kabupaten Selatan dilakukan di dua
kecamatan, antara lain adalah Kecamatan Batang Toru dan Kecamatan Merancar.
Dua kecamatan ini merupakan daerah pemukiman masyarakat yang berada dekat
dengan habitat Orangutan Sumatera yang terdapat di DAS Batang Toru. Daerah-daerah
yang dikunjungi di Kabupaten Tapanuli Selatan ini antara lain adalah Madrasah
Aliyah NU Batang Toru, SMA Negeri 1 Batang Toru, Desa Aek Nabara Julu,
SMP Negeri 1 Merancar, SMP Negeri 1 Batang Toru, dan Desa Aek Sabaon Julu.
Habitat Orangutan Sumatera yang berada di sekitar DAS Batang Toru sendiri
meliputi 2 kabupaten, yaitu Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kabupaten Tapanuli
Tengah. Daerah ini diperkirakan memiliki jumlah populasi Orangutan Sumatera
sebanyak lebih kurang 400 individu. Berbagai bentuk ancaman terhadap habitat
Orangutan Sumatera juga tampak selama perjalanan Road Show ini. Salah
satu contohnya adalah fragmentasi habitat akibat meluasnya perkebunan
karet dan kelapa sawit yang terdapat di sekitar kawasan hutan Batang Toru.
Dari pelaksanaan program ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih yang
nyata terhadap keberlangsungan hidup Orangutan Sumatera di masa-masa mendatang.
Berita
Lainnya....
|
 |
 |
 |
|
Beasiswa
Peduli Orangutan III 2008
|
| Beasiswa
Peduli Orangutan III 2008 Dalam mendukung dunia pendidikan,
SOS - OIC (Sumatran Orangutan Society - Orangutan Information
Centre) dengan dukungan dari OUREI (Orangutan Republik - Education
Initiative) kembali memberikan beasiswa untuk yang ketiga kalinya
kepada mahasiswa/i yang memiliki komitmen dan kepedulian terhadap
upaya konservasi Orangutan Sumatera dan habitatnya. |
|
Dengan
tajuk program Beasiswa Peduli Orangutan III Tahun 2008 ini diharapkan
mahasiswa dapat menjadi fasilitator maupun motor penggerak bagi masyarakat
untuk sadar dan peduli terhadap alam dan lingkungan hidup khususnya
penyelamatan Orangutan Sumatera dan habitatnya, dimana saat ini orangutan
sebagai spesies kunci bagi hutan Indonesia sudah dalam tingkat sangat
terancam punah.
Program beasiswa ini ditujukan bagi mahasiswa/i Kehutanan dan Biologi
USU, Biologi UNIMED non-pendidikan dan Kehutanan STIK Banda Aceh.
Program beasiswa ini telah disosialisasikan secara khusus di Jurusan
Biologi USU 30 Januari 2008 dan di Jurusan Biologi UNIMED 19 Februari
2008 yang lalu. Beberapa tahap penyeleksian yang harus dilalui peserta
yaitu seleksi adinistrasi/berkas, karya tulis, dan presentasi. Mahasiswa/i
yang mendaftar untuk program beasiswa ini sebanyak 10 orang pada tahap
seleksi berkas dan karya tulis. Lalu terpilih 6 orang untuk mengikuti
seleksi presentasi karya tulis. Seleksi presentasi tersebut dilaksanakan
di Kampus Kehutanan USU 10 April 2008 lalu.
Setelah melakukan penilaian secara objektif terhadap seluruh peserta,
akhirnya tim juri yang terdiri dari lembaga pendidikan, lembaga pemerintahan,
dan LSM memutuskan 5 orang sebagai penerima Beasiswa Peduli Orangutan
III Tahun 2008, yaitu : Nurzaidah Putri Dalimunte (Biologi USU), Mhd.
Marliansyah (Kehutanan USU), Fifi Willyanti (Biologi USU), Tetty Fransisca
Panggabean (Biologi UNIMED) dan Sidahin Bangun (biologi USU). Nominal
beasiswa yang diberikan, yaitu : biaya SPP (maks. 4 tahun) sebesar
1 juta rupiah/tahun, biaya penelitian sebesar 2 juta rupiah, dan biaya
skripsi sebesar 500 ribu rupiah.
Program Beasiswa Peduli Orangutan ini dari tahun ke tahun mengalami
peningkatan jumlah penerima beasiswa, dimana pada tahun 2006 penerima
beasiswa hanya 1 orang dan hanya dikhususkan kepada mahasiswa/i jurusan
Kehutanan USU.
| Kemudian
tahun 2007 beasiswa diberikan kepada 2 orang untuk mahasiswa
Kehutanan dan Biologi USU. Tahun 2008 ini beasiswa diberikan
kepada 5 orang dimana penerima beasiswa terdiri dari mahasiswa
Kehutanan dan Biologi USU serta mahasiswa Biologi UNIMED. (AR
& NK). |
|
|
|
REHABILITASI
KAWASAN TNGL (TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER)
|
| Kawasan
TNGL yang sudah rusak akibat pembukaan lahan menjadi peruntukan
lain seperti perkebunan mulai dilakukan rehabilitasi. Berbagai
pihak sudah mulai menyadari arti pentingnya hutan bagi kelangsungan
lingkungan hidup. Kini
masyarakat di sekitar kawasan area yang rusak bergotong royong
menanam pohon kembali. |
|
Divisi Konservasi SOS-OIC bekerjasama dengan pihak balai TNGL wilayah
Besitang membentuk Kelompok Tani Pelindung TNGL setelah beberapa kali
melakukan pertemuan dengan masyarakat. Kelompok masyarakat tersebut
akan merehabilitasi lahan seluas 60 ha bekas perkebunan kelapa sawit
PT. Putri Hijau di dusun 8, 9, 10 Desa Halaban Besitang-Sumut.
Pada bulan Desember-Januari 2008 telah ditentukan lokasi pembibitan
di Dusun Wonosari IX dan kegiatan pembibitan oleh masyarakat sebanyak
30.000 polibag bibit yaitu 22500 bibit tanaman hutan dan 7500 bibit
MPTS (Multi Purpose Tree Seedling) atau tanaman buah.
Pada tahap pertama telah tersedia 3500 bibit sungkai sebagai tanaman
pioneer untuk daerah rehabilitasi dan 1500 bibit durian yang akan
ditanam pada akhir Januari pada lahan seluas 10 ha.
Untuk menambah pengetahuan masyarakat, dibentuk perpustakaan kelompok
kelanjutan rutinitas pembibitan sekaligus kegiatan pemberdayaan masyarakat
dengan menggunakan sumber daya yang ada di daerah tersebut.
|
|
SUMATRAN ORANGUTAN SOCIETY
- ORANGUTAN INFORMATION CENTRE (SOS-OIC)
Jl. Sei Bengawan No. 72 Medan 20121, Sumatera Utara - Indonesia
Telp/Fax +62 61 4156451
|
|
 |
 |