Selamat Datang di situs Sumatran Orangutan Society-Orangutan Information Centre (SOS-OIC). SOS-OIC merupakan lembaga non profit yang di sponsori oleh Sumatran Orangutan Society (SOS) untuk memberikan dasar-dasar pendidikan lingkungan kepada masyarakat luas dan mempromosikan upaya pelestarian orangutan Sumatera dan habitatnya. Orangutan Sumatera saat ini terancam punah akibat hancurnya habitat mereka dan maraknya perburuan liar.

Program Kunjungan Sekolah merupakan salah satu program unggulan kami yang dirancang untuk mempromosikan visi kami kepada masyarakat luas terhadap keberadaan orangutan Sumatera. Beberapa sekolah sudah dikunjungi sebagai upayu untuk mewujudkan sekolah berwawasan lingkungan.

Program Pameran Lingkungan merupakan upaya SOS-OIC untuk mengkampanyekan pelestarian orangutan kepada masyarakat luas termasuk sekolah dan perguruan tinggi di Sumatera bagian utara. Program pameran ini juga dilaksanakan bersama-sama dengan LSM lingkungan lainnya sebagai basis kekuatan untuk bersama-sama mencapai satu tekat bulat dan komitmen terhadap upaya konservasi.

Program Pembibitan dan Peningkatan kapasitas masyarakat dengan tujuan menambah peranserta masyarakat dalam hal pelestarian alam dan lingkungan.


Road Show Pemutaran Film Lingkungan Di Sekitar Habitat Orangutan Sumatera

Road show pemutaran film lingkungan bukan hal baru yang dilakukan oleh Sumatran Orangutan Society - Orangutan Information Centre (SOS-OIC). Namun kegiatan seperti ini dirasakan lebih efektif untuk dilakukan dalam tujuan peningkatan kesadaran masyarakat, terutama masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan atau desa pinggir hutan.

Berdasarkan hal tersebut SOS-OIC dan Forum Kader Konservasi Lingkungan - Hidup Indonesia (FK3LI) bekerja sama dengan Great Apes Film Initiatives (GAFI) mengadakan serangkaian perjalanan dalam mengkampanyekan upaya pelestarian dan penyelamatan lingkungan hidup di berbagai daerah atau desa yang berbatasan dengan kawasan habitat Orangutan Sumatera.

Kegiatan yang dimulai pada tanggal 03 Agustus 2006 dan berakhir pada tanggal 16 Agustus 2006 ini dilakukan di dua Kabupaten, yaitu Kabupaten Langkat dan Kabupaten Tapanuli Selatan. Pada tanggal 03 Agustus 2006 kegiatan dimulai dari Kabupaten Langkat dengan daerah kegiatan meliputi desa-desa, institusi pendidikan dan pemerintahan yang berada di Kecamatan Batang Serangan. Kecamatan Batang Serangan sendiri adalah salah satu kecamatan yang berada paling dekat dengan kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), habitat terbesar Orangutan Sumatera.

Sedangkan kegiatan yang dilakukan di Kabupaten Selatan dilakukan di dua kecamatan, antara lain adalah Kecamatan Batang Toru dan Kecamatan Merancar. Dua kecamatan ini merupakan daerah pemukiman masyarakat yang berada dekat dengan habitat Orangutan Sumatera yang terdapat di DAS Batang Toru. Daerah-daerah yang dikunjungi di Kabupaten Tapanuli Selatan ini antara lain adalah Madrasah Aliyah NU Batang Toru, SMA Negeri 1 Batang Toru, Desa Aek Nabara Julu, SMP Negeri 1 Merancar, SMP Negeri 1 Batang Toru, dan Desa Aek Sabaon Julu.

Habitat Orangutan Sumatera yang berada di sekitar DAS Batang Toru sendiri meliputi 2 kabupaten, yaitu Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kabupaten Tapanuli Tengah. Daerah ini diperkirakan memiliki jumlah populasi Orangutan Sumatera sebanyak lebih kurang 400 individu. Berbagai bentuk ancaman terhadap habitat Orangutan Sumatera juga tampak selama perjalanan Road Show ini. Salah satu contohnya adalah fragmentasi habitat akibat meluasnya perkebunan karet dan kelapa sawit yang terdapat di sekitar kawasan hutan Batang Toru. Dari pelaksanaan program ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih yang nyata terhadap keberlangsungan hidup Orangutan Sumatera di masa-masa mendatang.

Berita Lainnya....

Beasiswa Peduli Orangutan III 2008
Beasiswa Peduli Orangutan III 2008 Dalam mendukung dunia pendidikan, SOS - OIC (Sumatran Orangutan Society - Orangutan Information Centre) dengan dukungan dari OUREI (Orangutan Republik - Education Initiative) kembali memberikan beasiswa untuk yang ketiga kalinya kepada mahasiswa/i yang memiliki komitmen dan kepedulian terhadap upaya konservasi Orangutan Sumatera dan habitatnya.
Dengan tajuk program Beasiswa Peduli Orangutan III Tahun 2008 ini diharapkan mahasiswa dapat menjadi fasilitator maupun motor penggerak bagi masyarakat untuk sadar dan peduli terhadap alam dan lingkungan hidup khususnya penyelamatan Orangutan Sumatera dan habitatnya, dimana saat ini orangutan sebagai spesies kunci bagi hutan Indonesia sudah dalam tingkat sangat terancam punah.

Program beasiswa ini ditujukan bagi mahasiswa/i Kehutanan dan Biologi USU, Biologi UNIMED non-pendidikan dan Kehutanan STIK Banda Aceh. Program beasiswa ini telah disosialisasikan secara khusus di Jurusan Biologi USU 30 Januari 2008 dan di Jurusan Biologi UNIMED 19 Februari 2008 yang lalu. Beberapa tahap penyeleksian yang harus dilalui peserta yaitu seleksi adinistrasi/berkas, karya tulis, dan presentasi. Mahasiswa/i yang mendaftar untuk program beasiswa ini sebanyak 10 orang pada tahap seleksi berkas dan karya tulis. Lalu terpilih 6 orang untuk mengikuti seleksi presentasi karya tulis. Seleksi presentasi tersebut dilaksanakan di Kampus Kehutanan USU 10 April 2008 lalu.

Setelah melakukan penilaian secara objektif terhadap seluruh peserta, akhirnya tim juri yang terdiri dari lembaga pendidikan, lembaga pemerintahan, dan LSM memutuskan 5 orang sebagai penerima Beasiswa Peduli Orangutan III Tahun 2008, yaitu : Nurzaidah Putri Dalimunte (Biologi USU), Mhd. Marliansyah (Kehutanan USU), Fifi Willyanti (Biologi USU), Tetty Fransisca Panggabean (Biologi UNIMED) dan Sidahin Bangun (biologi USU). Nominal beasiswa yang diberikan, yaitu : biaya SPP (maks. 4 tahun) sebesar 1 juta rupiah/tahun, biaya penelitian sebesar 2 juta rupiah, dan biaya skripsi sebesar 500 ribu rupiah.

Program Beasiswa Peduli Orangutan ini dari tahun ke tahun mengalami peningkatan jumlah penerima beasiswa, dimana pada tahun 2006 penerima beasiswa hanya 1 orang dan hanya dikhususkan kepada mahasiswa/i jurusan Kehutanan USU.
Kemudian tahun 2007 beasiswa diberikan kepada 2 orang untuk mahasiswa Kehutanan dan Biologi USU. Tahun 2008 ini beasiswa diberikan kepada 5 orang dimana penerima beasiswa terdiri dari mahasiswa Kehutanan dan Biologi USU serta mahasiswa Biologi UNIMED. (AR & NK).
REHABILITASI KAWASAN TNGL (TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER)
Kawasan TNGL yang sudah rusak akibat pembukaan lahan menjadi peruntukan lain seperti perkebunan mulai dilakukan rehabilitasi. Berbagai pihak sudah mulai menyadari arti pentingnya hutan bagi kelangsungan lingkungan hidup. Kini masyarakat di sekitar kawasan area yang rusak bergotong royong menanam pohon kembali.
Divisi Konservasi SOS-OIC bekerjasama dengan pihak balai TNGL wilayah Besitang membentuk Kelompok Tani Pelindung TNGL setelah beberapa kali melakukan pertemuan dengan masyarakat. Kelompok masyarakat tersebut akan merehabilitasi lahan seluas 60 ha bekas perkebunan kelapa sawit PT. Putri Hijau di dusun 8, 9, 10 Desa Halaban Besitang-Sumut.

Pada bulan Desember-Januari 2008 telah ditentukan lokasi pembibitan di Dusun Wonosari IX dan kegiatan pembibitan oleh masyarakat sebanyak 30.000 polibag bibit yaitu 22500 bibit tanaman hutan dan 7500 bibit MPTS (Multi Purpose Tree Seedling) atau tanaman buah.

Pada tahap pertama telah tersedia 3500 bibit sungkai sebagai tanaman pioneer untuk daerah rehabilitasi dan 1500 bibit durian yang akan ditanam pada akhir Januari pada lahan seluas 10 ha.

Untuk menambah pengetahuan masyarakat, dibentuk perpustakaan kelompok kelanjutan rutinitas pembibitan sekaligus kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan menggunakan sumber daya yang ada di daerah tersebut.

SUMATRAN ORANGUTAN SOCIETY - ORANGUTAN INFORMATION CENTRE (SOS-OIC)
Jl. Sei Bengawan No. 72 Medan 20121, Sumatera Utara - Indonesia Telp/Fax +62 61 4156451